Contoh Modul Ajar Deep Learning IPAS Kelas 5 SD CP 046 Tahun 2025

Memasuki gerbang Fase C di Kelas 5 Sekolah Dasar, pengajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menghadapi tantangan besar untuk menggeser paradigma belajar dari sekadar menghafal siklus atau nama-nama organ menjadi sebuah proses investigasi empiris. Pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) dalam mapel IPAS dirancang agar siswa mampu mengidentifikasi pola hubungan sebab-akibat, memetakan interaksi ekosistem, serta menganalisis dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan sekitarnya secara logis.

Berdasarkan revisi Capaian Pembelajaran (CP 046) terbaru, IPAS di jenjang ini menekankan pada penguatan keterampilan proses dan pemahaman konsep. Peserta didik dilatih untuk mengajukan pertanyaan ilmiah, merancang penyelidikan sederhana, mengumpulkan data lapangan, hingga menarik kesimpulan objektif. Modul ajar yang kami sajikan di bawah ini mengedepankan siklus inkuiri terbimbing yang esensial dan mendalam.

Strategi Instruksional Modul Ajar IPAS Kelas 5

  • Inkuiri Terbimbing Berbasis Fenomena Kontekstual: Mengangkat isu atau gejala alam di sekitar lingkungan sekolah sebagai pemantik investigasi siswa.

  • Eksperimen Sederhana Berorientasi Variabel: Melatih siswa mengenali hubungan antarvariabel melalui pemecahan masalah ilmiah secara berkelompok.

  • Refleksi Dampak Sosial-Sains (Socio-Scientific Issues): Mengajak peserta didik mendiskusikan kaitan antara fenomena alam dengan aspek kehidupan sosial budaya masyarakat.

Untuk meninjau peta konsep, sintaks eksperimen, serta rubrik penilaian keterampilan proses yang selaras dengan indikator CP 046

Memuat Modul Ajar IPAS Kelas 5 SD (CP 046)...

Baca Juga : 

Download Perangkat Pembelajaran Deep Learning SD Kurikulum Merdeka Lengkap Kelas 1–6 Terbaru 2026

Kesimpulan: Refleksi Penguatan Literasi Sains di Awal Fase C

Mengintegrasikan model Deep Learning ke dalam Modul Ajar IPAS Kelas 5 SD bukan sekadar mengubah dokumen administratif, melainkan memurnikan kembali esensi interaksi di ruang kelas guna melatih ketajaman berpikir kritis peserta didik. Melalui pendekatan penyelidikan ilmiah yang mendalam dan pemanfaatan instruksi kerja yang terstruktur, proses belajar anak pada awal Fase C dapat berjalan lebih menantang serta kontekstual sebagai pijakan kokoh untuk membangun jiwa saintis muda sebelum mereka menapak ke jenjang berikutnya.  

Bagi rekan-rekan guru kelas 5 di era Kurikulum Merdeka, perangkat ajar ini dirancang fleksibel agar dapat diadopsi dan dimodifikasi sesuai dengan karakteristik serta dinamika lingkungan belajar di masing-masing sekolah. Sebagai pendidik yang mendampingi siswa dalam masa transisi berpikir empiris ini, pemanfaatan referensi bermutu ini diharapkan mampu memandu kita dalam menguatkan kemampuan penalaran logis dan analitis peserta didik, sehingga mereka mampu menjadi pembelajar yang mandiri serta reflektif